Tips dan Edukasi

Ulama Pewaris Para Nabi, Tapi Waspadalah terhadap Ulama Su’

×

Ulama Pewaris Para Nabi, Tapi Waspadalah terhadap Ulama Su’

Sebarkan artikel ini

Ulama Pewaris Para Nabi, Tapi Waspadalah terhadap Ulama Su’: Ilmu yang Jadi Ujian di Akhir Zaman

Pendahuluan: Ilmu yang Menjadi Cahaya dan Ujian

Ulama dikenal sebagai penerus para nabi yang membawa cahaya ilmu dan kebenaran. Melalui mereka, umat Islam belajar tentang akidah, ibadah, dan akhlak. Namun di sisi lain, ada juga yang disebut ulama su’ ~ orang berilmu agama tapi menggunakan pengetahuannya untuk mencari dunia.
Fenomena ini menjadi ujian di zaman modern, di mana ilmu agama bisa berubah menjadi alat untuk popularitas, kekuasaan, atau kepentingan pribadi.

Ulama Sejati: Pewaris Ilmu Para Nabi

Rasulullah menegaskan bahwa para ulama adalah pewaris para nabi. Pewarisan ini bukan berupa harta, melainkan ilmu dan keteladanan. Seorang ulama sejati akan:

Mengajarkan kebaikan dengan niat tulus.

Menyampaikan kebenaran tanpa takut kehilangan kedudukan.

Menjadi teladan dalam kesederhanaan dan akhlak.

Mengarahkan manusia agar semakin dekat kepada Tuhan.

Mereka menjadi pelita di tengah gelapnya zaman, menuntun umat dengan ilmu yang bermanfaat, bukan dengan kepentingan pribadi.

Ulama Su’: Ketika Ilmu Diperdagangkan

Istilah ulama su’ mengacu pada mereka yang menjadikan ilmu agama sebagai alat mencari keuntungan duniawi. Mereka tahu mana yang benar, tapi memilih diam atau memelintir kebenaran demi kenyamanan diri.

Ciri-ciri ulama su’ antara lain:

Menjual fatwa untuk kepentingan dunia.

Mengejar pengaruh dan popularitas.

Menyalahgunakan dalil untuk membenarkan kebatilan.

Menyembunyikan kebenaran karena takut kehilangan dukungan.

Mereka bisa terlihat alim dan berwibawa, tapi tujuan akhirnya bukan ridha Allah, melainkan pujian manusia.

Peringatan Ulama Salaf tentang Ulama Dunia

Para ulama terdahulu sangat berhati-hati dalam menjaga ilmu. Mereka memberi nasihat agar tidak terpedaya oleh gelar keilmuan tanpa keikhlasan.

Baca juga:
Cara Membuat Aplikasi Android Secara Online

Imam Malik bin Anas berkata bahwa tidak ada yang lebih berbahaya bagi umat daripada ulama yang menyesatkan.

Hasan al-Bashri mengingatkan agar tidak kagum pada banyaknya ilmu seseorang sebelum melihat bagaimana ia menjaganya dari hawa nafsu.

Abdullah bin Mubarak menegaskan, siapa pun yang menuntut ilmu untuk mencari dunia, maka dia termasuk ulama su’.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa ilmu tanpa akhlak dapat menjadi bumerang bagi diri dan umat.

Cara Membedakan Ulama Sejati dan Ulama Su’

Di era media sosial, siapa pun bisa tampil seolah-olah sebagai tokoh agama. Karena itu, penting bagi umat untuk menilai bukan hanya dari penampilan, tetapi dari buah amal dan tutur katanya.

Berikut ciri ulama sejati yang layak diikuti:

1. Membimbing dengan kasih sayang dan kebijaksanaan.

2. Mengajarkan agama dengan bahasa yang menenangkan, bukan memecah-belah.

3. Tidak haus panggung, pujian, atau pengaruh.

4. Fokus menumbuhkan keimanan, bukan menebar kebencian.

5. Berani menegakkan kebenaran walau tidak populer.

Sementara ulama su’ justru membangun pengaruh dari kontroversi, kebohongan, dan kepentingan politik atau ekonomi.

Ilmu yang Tidak Diamalkan: Cahaya yang Padam

Ilmu agama tanpa amal dan keikhlasan tidak memberi manfaat, bahkan bisa menjerumuskan pemiliknya. Ilmu seharusnya menjadi jalan menuju kebijaksanaan, bukan kesombongan.

Seorang ulama sejati akan selalu mengoreksi dirinya sebelum menasihati orang lain. Ia sadar bahwa tanggung jawab orang berilmu jauh lebih berat dibanding orang awam.

Kesimpulan: Hormati Ulama, Tapi Gunakan Akal Sehat

Ulama adalah cahaya bagi umat. Namun, tidak semua cahaya menerangi jalan menuju kebenaran ~ sebagian justru membutakan.
Karena itu, umat perlu menghormati ulama, tetapi tetap menggunakan akal, hati, dan nurani.
Jangan mudah terpukau oleh gelar atau popularitas, karena ukuran keulamaan sejati ada pada akhlak, kejujuran, dan keberanian menegakkan kebenaran.

Baca juga:
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Jalin Silaturahmi ke Pesantren Shiddiqiyyah Jombang

Semoga kita selalu dipertemukan dengan ulama yang ikhlas dan dijauhkan dari ulama su’ yang menyesatkan.

Etika, spiritualitas, Edukasi Islam

Sumber referensi: NU Online, Republika, Muslim.or.id