BeritaTips dan Edukasi

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Wujudkan Kampung Pancasila Berdaya dan Mandiri di Surabaya

×

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Wujudkan Kampung Pancasila Berdaya dan Mandiri di Surabaya

Sebarkan artikel ini

Mahasiswa UPN Veteran Menyemai Nilai Pancasila di Tengah Masyarakat Perkotaan

Surabaya ~ Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, nilai-nilai kebangsaan menghadapi tantangan dalam penerapannya. Namun, semangat gotong royong dan persatuan yang menjadi inti Pancasila tetap dapat dijaga melalui aksi nyata masyarakat.

Salah satu contoh konkrit datang dari mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jatim) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.

Melalui kegiatan bertema Penguatan Kampung Pancasila, para mahasiswa ini tak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai luhur bangsa di tengah masyarakat perkotaan.

1. Latar Belakang Program: Menghidupkan Kembali Semangat Kebangsaan

Program Kampung Pancasila merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan memperkuat karakter dan identitas bangsa di tingkat komunitas. Kelurahan Ploso menjadi salah satu wilayah yang dikenal aktif menjaga semangat gotong royong dan toleransi antarwarga.

Mahasiswa UPN Veteran Jatim memanfaatkan momentum ini untuk menerapkan learning by doing ~ belajar sambil berkontribusi. Mereka menyusun kegiatan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).

“Kami ingin kegiatan KKN ini benar-benar membawa manfaat. Nilai Pancasila bukan hanya slogan, tetapi harus tampak dalam tindakan seperti gotong royong dan kepedulian sosial,” ujar Dito, Koordinator KKN.

Baca Juga:

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dukung Penguatan Kampung Pancasila di Ploso Surabaya

Peran LSM dan Wartawan dalam Menjaga Transparansi Publik di Era Digital

Inovasi Mahasiswa untuk Lingkungan: Bank Sampah Digital di Surabaya

2. Fokus Program KKN: Lingkungan, Ekonomi, dan Sosial

Mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim membagi kegiatan menjadi tiga sektor utama yang saling berkaitan:

Baca juga:
Mengapa Air Putih Menjadi Kunci Kesehatan Tubuh

a. Bidang Lingkungan: Ploso Hijau dan Bersih

Melalui aksi lingkungan, mahasiswa mengajak warga mengelola sampah melalui bank sampah berbasis SDGs. Mereka mengedukasi masyarakat tentang daur ulang dan pemilahan limbah rumah tangga.
Hasilnya, sampah anorganik dijual, sementara organik dijadikan pupuk kompos.

b. Bidang Ekonomi: Digitalisasi UMKM Lokal

Program ini membantu pelaku UMKM Ploso dalam pemasaran digital dan pengelolaan keuangan. Mahasiswa memberi pelatihan membuat konten promosi, foto produk, hingga strategi branding di media sosial.
Langkah ini meningkatkan visibilitas UMKM dan membuka peluang ekspor produk lokal.

c. Bidang Sosial: Literasi Digital dan Nilai Pancasila

Mahasiswa juga menggelar workshop literasi digital agar warga bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi isu hoaks.
Selain itu, mereka menyisipkan nilai-nilai Pancasila seperti toleransi, kesetaraan, dan cinta tanah air dalam setiap kegiatan edukasi.

Baca Juga:

Kementerian Pertahanan: Kampus Bela Negara UPN Veteran Jatim

SDGs Indonesia: Tujuan 8 dan 11 tentang Pembangunan Berkelanjutan

UPN Veteran Jawa Timur Resmi Dukung Kampung Pancasila Nasional

3. Kolaborasi Mahasiswa dan Warga: Sinergi untuk Kemajuan

Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi dengan masyarakat. Pendekatan partisipatif membuat warga merasa memiliki program tersebut.
Dalam kegiatan penghijauan, mahasiswa menyediakan bibit tanaman, sementara warga menyiapkan lahan dan perawatan.

“Mahasiswa membawa semangat baru bagi warga. Mereka bukan hanya belajar, tapi memberi contoh nyata penerapan nilai Pancasila,” ujar Pak Hadi, Ketua RW 008 Kelurahan Ploso.

4. Dampak Sosial dan Edukasi Jangka Panjang

Program KKN ini menumbuhkan kesadaran baru di masyarakat: bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi dijalankan.
Gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab kini tumbuh menjadi budaya baru di Kampung Pancasila.

Baca juga:
9 Tanda Batin Seseorang Mulai Sempurna: Ciri-Ciri Jiwa yang Telah Menemukan Kedamaian Sejati

Bagi mahasiswa, pengalaman ini membentuk karakter kepemimpinan sosial yang berorientasi pada solusi.

“Kami belajar bahwa perubahan dimulai dari hal kecil,” ungkap salah satu peserta KKN.

Baca Juga:

Gotong Royong Digital: Cara Baru Menanamkan Semangat Pancasila

Kampus Merdeka: Kolaborasi Mahasiswa dan Desa untuk Indonesia Emas 2045

Mahasiswa UPN
Photo: Ilustrasi

5. KKN dan Tujuan SDGs: Membangun Masyarakat Berdaya

Kegiatan ini secara langsung mendukung tujuan SDGs:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pelatihan UMKM.

SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui bank sampah dan penghijauan.

Dengan demikian, KKN menjadi strategi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan terukur.

6. Nilai Pancasila di Era Digital: Tantangan dan Harapan

Di era media sosial, nilai Pancasila menghadapi tantangan baru: disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi.
Mahasiswa KKN hadir memberi solusi dengan edukasi literasi digital yang menekankan etika berkomunikasi dan tanggung jawab sosial.

“Literasi digital penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga persatuan,” ujar Dito.

Baca Juga:

Kominfo: Gerakan Nasional Literasi Digital Indonesia Makin Kuat

UNESCO: Digital Citizenship and Ethical Communication in Education

7. Dukungan Pemerintah dan Keberlanjutan Program

Pemerintah Kelurahan Ploso dan Kecamatan Tambaksari turut memberikan dukungan. Mereka menilai kegiatan KKN ini sebagai contoh pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, menjadi tradisi akademik yang menumbuhkan karakter nasionalisme,” ujar Lurah Ploso dalam sambutan penutupan program.

8. Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Mahasiswa bukan hanya pelaku akademik, tetapi juga agen perubahan sosial.
Kegiatan KKN Kampung Pancasila membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan masyarakat, menyalurkan ilmu untuk kemaslahatan bersama.

9. Dari Kampung Pancasila untuk Indonesia

Baca juga:
Ini Loh Cara Mendapatkan Uang dari Google AdSense

Kampung Pancasila di Ploso Surabaya menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi kampus dan masyarakat dapat menumbuhkan kembali nilai-nilai kebangsaan.

Melalui semangat gotong royong, mahasiswa UPN Veteran Jatim membuktikan bahwa perubahan tidak harus besar ~ cukup dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Penulis: Romi Anasrullah