Berita

Audiensi PC ISNU Situbondo dan PG Asembagus Berbuah Kesepakatan, Penanganan Dampak Lingkungan Musim Giling Jadi Prioritas

×

Audiensi PC ISNU Situbondo dan PG Asembagus Berbuah Kesepakatan, Penanganan Dampak Lingkungan Musim Giling Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Dialog yang mempertemukan PC ISNU Kabupaten Situbondo, manajemen PG Asembagus, dan perwakilan masyarakat menghasilkan sejumlah kesepakatan penting dalam penanganan dampak lingkungan selama musim giling.

SITUBONDO – Komitmen memperkuat pengelolaan lingkungan di sekitar kawasan Pabrik Gula (PG) Asembagus mulai menemukan titik terang. Melalui audiensi yang diprakarsai Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Situbondo, manajemen PG Asembagus bersama perwakilan masyarakat berhasil menyepakati sejumlah langkah strategis sebagai upaya menekan dampak lingkungan yang ditimbulkan selama musim giling tebu.

Forum dialog yang berlangsung pada Rabu (29/7) itu dipimpin Ketua PC ISNU Situbondo, Fathol Bari, SH., MH., dan dihadiri jajaran manajemen PG Asembagus, tokoh masyarakat, serta warga yang selama ini merasakan dampak aktivitas produksi pabrik. Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif dengan menitikberatkan pada pencarian solusi yang dapat diimplementasikan secara bertahap dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian. Di antaranya penyebaran debu halus atau tolato dari proses pembakaran boiler, luapan air limbah ke saluran pertanian, serta gangguan terhadap kenyamanan lingkungan permukiman dan tempat ibadah yang berada di sekitar area operasional pabrik.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, manajemen PG Asembagus menyatakan menghargai masukan masyarakat dan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyempurnaan sistem pengelolaan lingkungan. Perusahaan menyatakan berbagai langkah teknis akan dilakukan sebagai bagian dari upaya meminimalkan dampak operasional pabrik terhadap lingkungan sekitar.

Pada aspek pengendalian emisi, salah satu poin yang menjadi perhatian adalah penyempurnaan sistem pembakaran boiler melalui penyetelan ulang (re-setting) agar ampas tebu terbakar lebih sempurna. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi partikel karbon yang berpotensi lolos dari sistem Electrostatic Precipitator (ESP) sehingga penyebaran abu halus dapat ditekan secara maksimal.

Selain itu, audiensi juga menghasilkan pembahasan mengenai rencana pengajuan pembangunan sistem wet dust collector atau wet scrubber kepada PTPN I sebagai teknologi tambahan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian emisi.

Baca juga:
Di Tengah Bayang-Bayang Persidangan KPK, Gus Lilur Minta Presiden Lakukan Evaluasi Menyeluruh terhadap Kepemimpinan Bea Cukai

Dalam jangka pendek, PG Asembagus juga didorong mengoptimalkan penanganan area penyimpanan ampas tebu. Upaya tersebut meliputi penutupan penuh area bagasse store, pemasangan jaring pelindung pada jalur conveyor, serta penyiraman rutin agar material tetap lembap sehingga tidak mudah terbawa angin.

Sementara pada sektor pengelolaan limbah cair, perusahaan berkomitmen mengoperasikan cooling tower guna menurunkan suhu air hasil proses produksi sebelum dialirkan ke saluran pembuangan. Untuk solusi jangka panjang, dibahas pula rencana pembangunan bak stabilisasi baru pada tahun mendatang sebagai fasilitas pengolahan lanjutan sebelum air dilepas ke lingkungan.

Audiensi juga menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Salah satu usulan yang mendapat respons positif ialah penyelenggaraan layanan pengobatan gratis secara berkala bagi masyarakat terdampak, disertai koordinasi dengan fasilitas kesehatan mitra, termasuk RS Elizabeth, apabila diperlukan penanganan medis lanjutan.

Ketua PC ISNU Situbondo, Fathol Bari, SH., MH., menegaskan bahwa audiensi tersebut merupakan wujud tanggung jawab organisasi dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak perusahaan melalui pendekatan dialogis.

“Kehadiran PC ISNU Situbondo adalah membawa suara masyarakat sekaligus membangun solusi bersama. Kami berharap seluruh komitmen yang telah disepakati tidak berhenti sebagai hasil pertemuan semata, tetapi diwujudkan secara konsisten sehingga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Di sisi lain, manajemen PG Asembagus menegaskan akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat serta melakukan evaluasi berkala terhadap berbagai langkah yang telah direncanakan. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara keberlangsungan industri gula nasional dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan pabrik.

Kesepakatan yang lahir dari audiensi ini menjadi langkah awal menuju penyelesaian persoalan lingkungan secara lebih terukur. Dengan komitmen seluruh pihak untuk menjaga komunikasi dan mengawal implementasi setiap program yang telah disepakati, diharapkan hubungan harmonis antara industri dan masyarakat dapat terus terjaga, seiring meningkatnya kualitas pengelolaan lingkungan di kawasan PG Asembagus.